Rabu, 24 Agustus 2016

Format Video Berdasarkan Kualitasnya

Format video berdasarkan kualitasnya dibedakan menjadi:

1. Bluray/HD
Bluray/HD : Resolusi jauh lebih besar yaitu 1920x1080 atau 1280x720 (tergantung filenya). Konsekuensinya, file jadi besar dan memutarnya juga berat, sehingga diperlukan spesifikasi komputer yang tinggi juga. kalau tidak nanti jadi patah-patah. Kualitas ini jauh lebih baik dari DVDRip.

2. m-HD
m-HD (mini/micro HD): hampir sama dengan HD, tetapi dengan resolusi yang lebih kecil yaitu 1280x5xx, sehingga ukuran file pun juga lebih kecil dibandingkan HD.

3. DVDRip
DVDRip : yaitu merupakan salinan dari DVD Original. Kualitas gambar dan suaranya baik sekali. DVDRip akan ada jika DVD Originalnya telah ada di pasaran. Bisa mendukung maksimal 720x480 atau 720x576. Nah biasanya ini yang banyak didownload.

4. DVDScr
DVDScr : yaitu merupakan dupiklat dari promo DVD yang akan digunakan sebagai promosi. DVDScr akan ada sebelum DVD originalnya keluar di pasaran. Kualitas gambar dan suaranya hampir setara dengan DVDRip, hanya saja pada gambar video sering terdapat beberapa tulisan penjelasan yang terpampang di layar tentang DVD tersebut yang biasanya sedikit menggangu kita.

5. R5
R5 : untuk tipe ini, kualitas gambar hampir setara dengan DVDRip, tetapi untuk kualitas suara biasanya agak jelek (cempreng) , meskipun ada beberapa yang kualitas suaranya sudah bagus, namun tetap saja masih ada sedikit noise sehingga mengurangi kenyamanan dalam menonton film tersebut.
-dirilis khusus untuk region 5 (area bekas uni soviet, india, afrika, korea utara, Mongolia)

6. CAM
CAM : kualitas jenis ini merupakan hasil dari rekaman camera digital, langsung di bioskop sehingga kadang penonton yang lalu lalang ikut terekam. Rekaman kualitas ini biasanya menggunakan mini tripod, sehingga sering terdapat sedikit goncangan. Kualitas video ini sangat jelek. tapi memang sengaja seperti itu agar kesan realnya lebih terasa

7. TS (Telesync)
TS (Telesync) : kualitasnya hampir sama dengan jenis CAM. Namun kualitas gambar dan suara TS sedikit lebih baik dari CAM karena TS merupakan CAM yang telah dilabel ulang.

8. Workprint
Workprint : film yang belum diedit efek visualnya secara keseluruhan. Bisanya terdapat adegan yang hilang, suara yang tidak beraturan. Kualitas film ini bervariasi dari yang paling baik hingga yang paling buruk

9. VCD
VCD : biasanya digunakan untuk transfer kualitas rendah (CAM/TS/TC/Screener (VHS)/TVrip(analog) untuk membuat ukuran file yang lebih kecil.

Kontrol Dasar Kamera Video

Ada enam kontrol dasar pada kamera video yaitu

1. Exposure : pencahayaan kamera untuk mendapatkan gambar yang normal, tidak gelap (under exposure) dan tidak sangat terang (over exposure).
2. Filter Colore : berfungsi untuk mengubah atau mencocokkan cahya yang masuk ke dalam kamera.
3. White Balance : intensitas cahaya berbeda-berbeda pada saat yang berbeda tempat berbeda dalam sehari.
4. Zoom : gerakkan lensa zoom mendekati ataumenjauhi objek secara optik, dengan mengubah panjang fokal lensa dari sudut pandang sempit (telephoto) kesudut lebar (wide angel).
5. Focus : pengaturan lensa yang tepat untuk jarak tertentu.
6. Audio Level : pengaturan suara.

Sumber:
http://ichanvqrii.blogspot.co.id/

Alat Bantu Kamera Video


  1. Tripod berfungsi untuk menopang kamera, sehingga pada saat pengambilan video kamera tidak goyang,  berdiri dengan tegak dan tegar. Besar dan bahan tripod yang digunakan sebaiknya sesuai dengan berat dari kamera, tripod yang baik dapat diputar dengan halus tanpa menimbulkan hentakan.
  2. Dolly Track berfungsi untuk membantu kamera bergerak pada jalur track atau roda yang telah dibuat tracknya biasanya berupa lingkaran, kiri-kanan, atau maju mundur sesuai kebutuhan. Kameramen berada diatas dolly track. Dolly track digerakan secara motor atau manual.
  3. Jimmy Jib berfungsi untuk mengambil gambar yang tidak mungkin kameramen berada diposisi itu. Kameramen mengendalikan kamera pada pegangan Jimmy Jib. Jika menggunakan Jimmy Jib maka cameramen membutuhkan TV High Resolusi untuk melihat video apa yang direkam dan LCD kamera.




Sumber:
http://www.bupeko.com/
http://www.google.com/

Jenis jenis Kamera Video

Sistem kamera digital terbagi atas 3 (tiga) sistem, sistem tersebut terbagi menurut sistem televisi di dunia yaitu 

  1. NTSC (National Television System Committee) : sistem televisi analog yang digunakan di Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Korea dan Meksiko. NTSC membagi 25 baris per frame dan sebanyak 30 frame dalam satu detiknya atau 29,97 frame perdetik (fps).
  2. PAL adalah singkatan dari “Phose Alternating Line” digunakan untuk garis alternasi fase. PAL terdiri dari 625 baris dan ditayangkan sebanyak 25 frame dalam setiap satu detik (fps). Digunakan di Perancis, Asia Tengah dan beberapa negara di Afrika.
  3. SÉCAM (Séquentiel couleur à mémoire) adalah sistem televisi analog yang pertama kali digunakan di Perancis. SECAM merupakan sistem pemancaran pertama kali dalam sejarah pertelevisian Eropa. Digunakan di sebagian Asia termasuk Indonesia, Australia, Cina, Amerika Serikat, dan sebagian Eropa

Sumber:

http://ict-smancol.blogspot.co.id/

Sabtu, 09 April 2016

KFD : TATA CAHAYA

1. Pengertian Tata Cahaya

    Tata cahaya adalah seni pengaturan cahaya dengan mempergunakan peralatan pencahayaan agar kamera mampu melihat obyek dengan jelas, dan menciptakan ilusi sehingga penonton mendapatkan kesan adanya jarak, ruang, waktu dan suasana dari suatu kejadian yang dipertunjukkan dalam suatu pementasan.

2. Prinsip Dasar Tata Cahaya
  • Key Light
          Pencahayaan utama yang diarahkan pada objek. Merupakan sumber pencahayaan paling dominan. Lebih terang dari fill light.
  • Fill Light
          Pencahayaan pengisi, untuk menghilangkan bayangan objek yang disebabkan oleh key light. Intensitas pencahayaan fill light biasanya setengah dari key light
  • Back Light
          Pencahayaan dari arah belakang objek, untuk memberikan dimensi agar subjek tidak "menyatu" dengan latar belakang.

3. Fungsi Tata Cahaya

    Fungsi pokok :
  • Penerangan, fungsi paling mendasar dari tata cahaya
  • Dimensi, membantu perspektif tata panggung dengan membagi sisi gelap dan terang objek yang disinari
  • Pemilihan, dimanfaatkan untuk menentukan objek yang hendak disinari untuk memberikan fokus perhatian pada area tertentu
  • Atmosfir, untuk menghadirkan suasana yang mempengaruhi emosi penonton
      Fungsi Pendukung :
  • Gerak,untuk membawa penonton ke dalam suasana yang berbeda melalui perubahan/perpindahan cahaya
  • Gaya, untuk menunjukkan gaya pementasan yang sedang ditampilkan
  • Komposisi, untuk menciptakan lukisan panggung melalui tatanan warna yang dihasilkan
  • Penekanan, untuk menarik perhatian penonton sehingga membantu pesan yang hendak disampaikan
  • Pemberian tanda, untuk memberi tanda selama pertunjukkan berlangsung, seperti mengakhiri sebuah adegan, memulai adegan, dan akhir dari cerita.
4. Peralatan Tata Cahaya

    Selengkapnya klik disini

5. Warna Cahaya
   
     Warna cahaya adalah spektrum warna yang melekat bersama gelombang cahaya sehingga memantulkan warna tertentu pada objek yang terkena cahaya tersebut, pada pagi dan sore hari pantulan cahaya matahari pada objek akan meninggalkan warna kemerahan ketika tertangkap oleh kamera sedangkan pada siang hari, cahaya matahari yang terpantul pada objek akan meninggalkan warna abu-abu.

Sumber:
- http://febrianyfaridha.blogspot.co.id/
- http://somanmujahid1.blogspot.co.id/
- http://nurfajargiovina.blogspot.co.id/

KFD : ALAT BANTU PENCAHAYAAN

Alat Bantu Pencahayaan / Peralatan Tata Cahaya

1. Flash atau Blitz
        - Diperlukan dalam pemotretan apabila cahaya yang ada dirasa kurang/ minim (malam hari), penggunaan pada siang hari untuk fill in
        - Sumber tenaganya berasal dari baterai
        - Dapat digunakan sesuai dengan kekuatannya, jaraknya, hingga fasilitas lebih yang dimilikinya
2. Strobo atau Strobe
        - Hampir mirip dengan flash, tapi bentuknya dan cahaya yang dihasilkan lebih besar
        - Dapat menyimpan cahaya yang bersumber dari tenaga listrik AC atau baterai kering
        - Memiliki sensor untuk menangkap cahaya dari main light, jadi akan menyala otomatis ketika ada main light yang dinyalakan
        - Lebih banyak digunakan untuk pemotretab studio/indoor
3. AC Slave
        - Cara kerja dan penggunaannya hamper mirip strobe
        - Tetapi sifat arah cahaya dari AC Slave lebih melebar atau menyebar ke segala arah
4. Slave unit (alat sensor)
        - Cara kerjanya, dengan menangkap cahaya dari main light untuk kemudian menyalakan sumber cahaya lainnya yang terhubung dengan slave unit tersebut
5. Holder atau braket
        - Digunakan jika kita merasa perlu menggunakan flash tambahan
        - Sebagai penyangga flash tambahan dan slave unit
        - Penggunaannya dengan cara dipasang pada body kamera
6. Modeling lamp
        - Menghasilkan cahaya yang membantu untuk menentukan, melihat arah jatuhnya bayangan obyek
        - Biasanya hanya ada di lampu studio
        - Menyala sebelum lampu digunakan/di trigger.
7. Sincro cable/kabel sinkro
        - Untuk membantu menyalakan flash tambahan atau sumber cahaya pemotretan yang lain
        - Cara penggunaan dengan cara menghubungkannya dari sumber cahaya tambahan ke body kamera
8. Standar reflector
        - Mengarahkan sinar ke obyek
        - Cahaya yang dihasilkan sangat kuat dengan sudut pancaran yang terbatas
9. Payung pemantul
        - Melunakkan cahaya yang datang ke obyek agar lebih merata, karena biasanya sinar yang datang ke obyek terlalu kuat dan menghasilkan bayangan pekat
        - Sifat cahaya yang dihasilkan kontras masih tinggi
        - Kuat sinar berkurang 1-2 stop, sudut pancar cahaya luas
10. Payung transparan
        - Fungsi sama dengan payung pemantul, tetapi cahaya yang dihasilkan lebih lunak, merata, dan lembut
        - Kuat sinar turun 2-3 stop
11. Softbox
        - Untuk melunakkan cahaya, meratakan, dan menghilangkan bayangan
        - Kuat sinar berkurang 3-4 stop, pancaran cahaya luas
12. Barndoors
        - Berbentuk segi empat dan berwarna gelap
        - Dipasang pada softbox
        - Untuk mengarahkan cahaya yang keluar dari sumber cahaya, dan juga untuk menghilangkan efek flare/fog saat lampu berhadapan dengan kamera
13. Honeycomb (sarang lebah)
        - Sejenis dengan filter, bentuknya bundar seperti sarang lebah tapi dipasang pada lampu/sumber cahaya
        - Untuk menghaluskan cahaya yang jatuh ke arah obyek
14. Snoot
        - Untuk mengarahkan cahaya pada satu titik agar tidak menyebar/terpusat
        - Bentuknya menyerupai corong
        - Biasanya digunakan untuk hairlight
        - Kuat sinar turun 5-6 stop
        - Cocok untuk memunculkan karakter obyek
        - Lebih banyak digunakan pada pemotretan studio/indoor, juga untuk pemotretan double dan multi expose
15. Light stand
        - Untuk menyangga lampu studio
16. Flash meter
        - Sebagai pengukur kekuatan sumber cahaya (indoor / outdoor)
        - lebih akurat daripada light meter yang ada pada kamera
17. Infrared sender
        - Mengirimkan sinar infrared untuk memancing nyala flash atau lampu studio
18. Trigger
        - Menyalakan flash/lampu studio dengan gelombang elektro


SUMBER:

- http://rhamadani97.blogspot.co.id
- http://fotografiyuda.wordpress.com

Jumat, 06 November 2015

KFD: PANNING

Panning adalah salah satu teknik fotografi yang digunakan untuk membekukan gerakan pada benda yang bergerak. Cara melakukan panning adalah dengan menggerakkan kamera searah dengan arah gerakan obyek yang ingin dibidik sehingga obyek akan tampak fokus, sementara background akan tampak kabur/blur.

Teknik Panning:
1. Tekan setengah tombol rana (shutter button) untuk melakukan fokusing pada objek saat masih berada di sisi kanan
2. Pada posisi fokusing tersebut (tetap tekan setengah tombol shutter), ikuti pergerakan objek dari kanan ke kiri, seirama dengan kecepatannya.
3. Saat objek tepat berada di depan kita, tekan penuh tombol shutter.
4. Lihat hasilnya, jika objek bergerak masih belum terlihat tajam (blur), kemungkinan besar saat menekan tombol shutter terjadi gerakan mendadak yang menimbulkan shake (goyang) pada kamera.
 

Sumber:
https://kelasfotografi.wordpress.com/2013/08/29/belajar-fotografi-dengan-menggunakan-teknik-panning/
http://exifdatafoto.blogspot.co.id/2012/10/panning-teknik-foto-untuk-objek-bergerak.html

KFD: ZOOMING

Zooming merupakan teknik foto untuk memberikan kesan gerak dengan mengubah panjang fokus lensa pada saat eksposure (pemotretan). Perubahan panjang fokus hanya bisa dilakukan dengan lensa zoom.
Efek foto yang menggunakan teknik zooming akan menghasilkan foto yang terkesan bergerak menuju suatu titik. Efek zooming terbaik atau hasil yang menarik akan diperoleh jika background memiliki kontras dan warna yang bervariasi. Besarnya efek zooming tergantung pada seberapa cepat gerakan tangan kita mengubah fokus pada saat eksposure.

Teknik Zooming:
1. Fokuskan obyek tepat ditengah kemudian di zoom sampai full dekat
2. Sambil memencet tombol shoot, putar gelang zoom ke zoom out (menjauh)
3. Untuk lebih aman terhadap lensa, gunakan milihan manual focus
4. Gunakan speed sedikit rendah misal 1/10s dan diagfragma menyesuaikan
5. Sebaiknya gunakan tripod untuk menjaga fokus agar maksimal


Sumber:
http://tipsfotografi.net/teknik-zooming-dalam-fotografi.html
http://www.fotografi.tp.ac.id/article/teknik-zooming-dalam-fotografi

KFD: SUDUT PENGAMBILAN GAMBAR (CAMERA ANGLE)

Sudut Pengambilan Gambar (Camera Angle)

1. Bird Eye View
 Pengambilan gambar yang diambil dari atas ketinggian tertentu sehingga memperlihatkan lingkunganyang sedemikian luas dengan benda-benda lain yang tampak dibawah sedemikian kecil. Pemotretan dilakukan dari tempat yang sanyat tinggi, misalnya foto yang menampilkan seluruh isi kota (gedung tinggi, lalu lintas, dan aktivitas di jalan).

2. High Angle
Sudut pengambilan gambar tepat diatas objek, pengambilan gambar seperti ini memiliki arti yang dramatik yaitu kecil atau kerdil.

3. Eye Level
Sudut pandang/angle yang netral sehingga disebut juga Normal Angle.Angle ini memperlihatkan pandangan mata seseorang yang berdiri.

4. Low Angle
Angle ini merupakan kebalikan dari High Angle yaitu, sudut pengambilan gambar dari bawah si objek.Kesan yang ditimbulkan dari angle ini adalah keagungan atau kejayaan.

5. Frog Eye
Sudut pengambilan gambar ini diambil sejajar dengan permukaan tempat objek berdiri, seolah olah memperlihatkan objek menjadi sangat besar. Sehingga saat menggunakan angle ini terkadang fotografer harus tiarap saat memotret

6. Canted Angle/Oblique Angle
Pemilihan sudut pandang yang sengaja dimiringkan. Biasanya digunakan untuk menghasilkan foto yang unik.

Sumber:
http://masroh19.blogspot.co.id/2013/02/sudut-pandang-pengambilan-gambar.html
http://www.kelasfotografi.com/2015/02/mengenal-macam-macam-sudut-pandang.html

Jumat, 23 Oktober 2015

KFD: UKURAN BIDANG PANDANG PENGAMBILAN GAMBAR (FRAMING)

1. Extreme Close Up / Extra Close Up
Pengambilan gambar yang sangat dekat sekali dengan objek, hanya menampilkan bagian-bagian tertentu pada tubuh objek.
Fungsi: kedetilan suatu objek

2. Head Shot /Big Close Up
Pengambilan gambar sebatas kepala hingga dagu.
Fungsi: menobjolkan ekspresi yang dikeluarkan objek

3. Close Up
Pengambilan gambar dari atas kepala hingga bahu.
Fungsi: memberi gambaran jelas tentang objek

4. Medium Close Up
Pengambilan gambar dari atas kepala hingga dada.
Fungsi: mempertegas profil seseorang

5. Medium Shot /Mid Shot (setengah badan)
Pengambilan gambar dari atas kepala hingga pinggang.
Fungsi: memperlihatkan sosok objek secara jelas

6. Medium Long Shot /Kneel Shot (Tiga perempat badan)
Pengambilan gambar dari atas kepala hingga lutut.
Fungsi: memperlihatkan sosok objek secara jelas

7. Full Shot
Pengambilan gambar dari atas kepala hingga kaki.
Fungsi: memperlihatkan objek beserta lingkungannya

8. Long Shot
Pengambilan gambar lebih luas dari Full Shot.
Fungsi: menunjukkan objek dengan latar belakangnya

9. Extreme Long Shot
Pengambilan gambar dengan memberikan porsi background atau foreground lebih banyak sehinnga objek terlihat kecil atau jauh.
Fungsi: menunjukkan objek tersebut bagian dari lingkungannya.

10. 1 Shot
Pengambilan gambar satu objek.
Fungsi: memperlihatkan seseorang atau benda dalam frame

11. 2 Shot
Pengambilan gambar dua objek.

12. 3 Shot
Pengambilan gambar tiga objek

13. Group Shot
Pengambilan gambar sekumpulan objek


Sumber:
http://slowbutluxury.blogspot.co.id/2014/08/memahami-ukuran-bidang-pandang.html
http://liansmudas.blogspot.co.id/p/bidang-sudut-pandang-gambar.html

Jumat, 25 September 2015

Lirik One Direction - Infinity

One Direction - Infinity

Down to Earth
Keep 'em falling when I know it hurts
Going faster than a million miles an hour
Trying to catch my breath some way, somehow

Down to Earth
It's like I'm frozen, but the world still turns
Stuck in motion, and the wheels keep spinning 'round
Moving in reverse with no way out

And now I'm one step closer to being two steps far from you
When everybody wants you
Everybody wants you

How many nights does it take to count the stars?
That's the time it would take to fix my heart
Oh, baby, I was there for you
All I ever wanted was the truth, yeah, yeah
How many nights have you wished someone would stay?
Lie awake only hoping they're okay
I never counted all of mine
If I tried, I know it would feel like infinity
Infinity, infinity, yeah
Infinity

Eyes can't shine
Unless there's something burning bright behind
Since you went away, there's nothing left in mine
I feel myself running out of time

And now I'm one step closer to being two steps far from you
When everybody wants you
Everybody wants you

How many nights does it take to count the stars?
That's the time it would take to fix my heart
Oh, baby, I was there for you
All I ever wanted was the truth, yeah, yeah
How many nights have you wished someone would stay?
Lie awake only hoping they're okay
I never counted all of mine
If I tried, I know it would feel like infinity
Infinity, infinity, yeah
Infinity

How many nights does it take to count the stars?
That's the time it would take to fix my heart
Oh, baby, I was there for you
All I ever wanted was the truth, yeah, yeah
How many nights have you wished someone would stay?
Lie awake only hoping they're okay
I never counted all of mine
If I tried, I know it would feel like infinity
Infinity, infinity, yeah
Infinity

Jenis-jenis Fotografi

  • Pengenalan Fotografi
Fotografi berasal dari bahasa inggris "photography". Fotografi adalah proses melukis / menulis dengan media cahaya. Fotografi berarti proses metode untuk menghasilkan gambar / foto dari suatu objek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai objek tersebut pada media yang peka cahaya. Tanpa cahaya, tidak ada foto yang bisa dibuat.

  • Sejarah Fotografi
Sejarah fotografi dimulai pada abad ke – 19. Tahun 1839 awal kelahiran fotografi sebagai rekaman dimensi seperti yang di lihat mata sudah bisa di buat permanen. Abad 5 SM, Mo Ti mengamati suatu gejala jika pada dinding ruangan yang gelap terdapat lubang kecil (pinhole), maka di bagian ruang akan mereflesikan pemandangan di luar ruangan secara terbalik lewat lubang tadi. Pada abad ke-3 SM, Aristoteles dan seorang ilmuwan Arab Ibnu Al Haitam (Al Hazen) pada abad ke-10 SM, yang berusaha untuk menciptakan serta mengembangkan alat yang sekarang dikenal sebagai kamera. Pada tahun 1558, seorang ilmuwan Italia, Giambattista della Porta menyebut ”camera obscura” pada sebuah kotak yang membantu pelukis menangkap bayangan gambar.

Nama kamera obscura diciptakan oleh Johannes Kepler pada tahun 1611. Johannes Kepler membuat desain kamera portable yang dibuat seperti sebuah tenda, dan memberi nama alat tersebut kamera obscura. Didalam tenda sangat gelap kecuali sedikit cahaya yang ditangkap oleh lensa, yang membentuk gambar keadaan di luar tenda di atas selembar kertas.

Akhirnya, pada tahun 1824, seorang seniman lithography Perancis, Joseph-Nicephore Niepce (1765-1833), setelah delapan jam meng-exposed pemandangan dari jendela kamarnya, melalui proses yang disebutnya Heliogravure (proses kerjanya mirip lithograph) di atas pelat logam yang dilapisi aspal, berhasil melahirkan sebuah gambar yang agak kabur, berhasil pula mempertahankan gambar secara permanen. Ia melanjutkan percobaannya hingga tahun 1826, inilah yang akhirnya menjadi sejarah awal fotografi yang sebenarnya. Foto yang dihasilkan itu kini disimpan di University of Texas di Austin, AS.

  • Jenis-jenis Fotografi

1. Fotografi Jurnalistik


Fotografi jurnalistik membutuhkan fotografer nya untuk memotret sesuai dengan fakta aslinya, tidak ada perubahan atau tidak ada manipulasi terhadap peristiwa aslinya.

2. Fotografi Mikro

Fotografi mikro menggunakan kamera khusus dan mikroskop untuk menangkap gambar objek yang sangat kecil.

3. Fotografi Glamour

Seperti namanya, tujuan fotografi glamor adalah untuk menggambarkan model dalam cahaya glamor

4. Fotografi Aerial

Seorang fotografer aerial mempunyai spesialisasi dalam mengambil foto dari udara. Foto dapat digunakan untuk survei atau konstruksi, untuk memotret burung atau cuaca pada film atau untuk tujuan militer.

5. Fotografi Bawah Air

Fotografi bawah air biasanya digunakan oleh penyelam scuba atau perenang snorkel. Namun, biaya scuba diving, ditambah dengan peralatan fotografi sering mahal dan berat di bawah air, membuat ini salah satu jenis yang kurang umum dalam dunia fotografi.

6. Fotografi Seni Rupa

Fotografi seni rupa, juga dikenal hanya sebagai fotografi seni, mengacu pada cabang fotografi yang didedikasikan untuk memproduksi foto untuk tujuan murni estetika.

7. Fotografi Pernikahan

Fotografi pernikahan adalah campuran dari berbagai jenis fotografi.

8. Fotografi Periklanan

Fotografi iklan butuh hasil yang unik dan eye-catching hal ini berarti fotografer dapat memainkan beberapa jenis fotografi, termasuk fotografi makro dan fotografi glamour.

9. Fotografi Vernakular

Fotografi vernacular sering disebut juga fotografi amatir karena mengacu kepada penciptaan foto oleh fotografer amatir atau fotografer yang tidak dikenal yang mengambil foto kehidupan sehari-hari dan hal-hal yang umum sebagai objek

10. Fotografi Jalanan

Fotografi jalanan adalah jenis fotografi dokumenter yang menampilkan objek dalam situasi candid di tempat umum seperti jalanan, taman, pantai, mall, dll.

11. Fotografi Infra Merah

Fotografi inframerah mengacu pada jenis fotografi di mana foto yang diambil sensitif terhadap cahaya inframerah.

12. Fotografi Balistik

Jenis fotografi yang berhubungan dengan pengambilan foto dari peluru yang ditembakkan dari pistol atau peluru yang menembus target.

13. Fotografi Hitam Putih

Fotografi hitam-putih adalah satu-satunya pilihan seorang fotografer untuk mengambil gambar

14. Fotografi Peperangan

Fotografi peperangan menangkap foto dari konflik bersenjata dan kehidupan di daerah yang dilanda perang.

15. Fotografi Landscape

Pada dasarnya semua objek yang digunakan dalam jenis fotografi ini adalah semua yang berhubungan dengan indahnya alam/pemandangan.

16. Fotografi Satwa

Fotografi yang satu ini, diperlukan usaha yang lebih ekstra dari fotografi lainnya, karena untuk jenis aliran ini si pemotret diwajibkan terjun ke alam bebas, untuk waktu yang lama bahkan bertahun-tahun, sebab fotografi ini lebih menonjolkan kebiasaan satwa tersebut di kehidupan alam bebas.

17. Fotografi Potrait

Fotografi Potrait merupakan definisi untuk pengambilan gambar/foto dengan prinsip middle - up.

18. Fotografi Fashion

Fotografi ini hampir mirip dengan fotografi potrait, yang membedakan adalah sisi dari objek yang ditonjolkan dalam fotografi fashion adalah sisi keindahan dari model itu sendiri.

19. Fotografi Sport

Untuk fotografi jenis ini, objek yang digunakan pastinya tidak jauh dari bidang olahraga seperti, balap motor, sepak bola, olimpiade, dll. biasanya dalam fotografi jenis ini membutuhkan gear atau alat penunjang yang high end- so.

20. Fotografi Panning

Panning adalah salah satu teknik fotografi yang digunakan untuk membekukan gerakan benda yang bergerak. Ciri-ciri foto dengan menggunakan teknik panning adalah fokus dengan tajam terhadap objek yang bergerak sedangkan background nya blur atau kabur.

21. Fotografi Tilt Shift

Fotografi tilt shift adalah teknik fotografi yang bertujuan untuk mendapatkan hasil foto yang tampak seperti miniatur.

22. Fotografi Light Painting

Fotografi light painting atau melukis dengan cahaya sangatlah unik. Memotret dengan teknik light painting adalah hal yang sangat mengasyikkan dan salah satu penggunaan kreatif shutter speed.

23. Holografi

Holografi adalah teknik yang memungkinkan cahaya dari suatu benda yang tersebar direkam dan kemudian direkonstruksi sehingga objek seolah-olah berada pada posisi yang relatif sama dengan media rekaman yang direkam.

24. Fotografi Studio

Fotografi studio adalah jenis fotografi yang pada awalnya banyak dilakukan di dalam ruangan untuk menciptakan gambar sesuai keinginan fotografer. Fotografi jenis ini memerlukan banyak campur tangan teknis agar gambar yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan yang direncanakan.

25. Fotografi Time-lapse
Time-lapse fotografi adalah teknik dimana frekuensi di mana frame film yang ditangkap ( frame rate ) jauh lebih rendah daripada yang digunakan untuk melihat urutan. 


SUMBER:

https://kelasfotografi.wordpress.com/2013/08/25/pengertian-dan-sejarah-singkat-fotografi/
http://rezafadilla1.blogspot.com/2014/08/komposisi-foto-digital.html/
https://my1derfulland.wordpress.com/2013/03/11/jenis-jenis-fotografi/
http://land8hotograph.blogspot.com/2014/11/jenis-jenis-aliran-fotografi-dunia.html
http://www.uniquedailytips.com/2014/09/jenis-jenis-fotografi.html


Jumat, 11 September 2015

KFD: ALAT BANTU PEMOTRETAN

1. Filter

-Menyaring cahaya yang masuk sehingga menimbulkan efek-efek yang kita inginkan
-Penggunaannya dengan cara dipasang  diujung  lensa
-Bentuknya ada  2 yaitu square (kotak) dan circle (bulat)
•Jika menggunakan filter square, kita harus menambahkan ring khusus  di depan lensa
•Untuk penggunaan filter yang bentuknya bulat, kita harus memperhatikan diameter dari lensa kamera yang kita gunakan

-Macam filter dan kegunaanya:
a.Filter PL, memekatkan warna dan menghilangkan refleksi
b.Filter UV, mengurangi sinar ultra violet
c.Filter ND (natural density), mengurangi contrast
d.Filter warna, memberi efek warna
e.Filter soft, melembutkan objek
f.Filter diffuser, hampir sama dengan filter soft, tapi lebih halus
g.Filter cross, memberi efek cross/silang pada sumber cahaya
h.Filter multi image, memberi efek multi image
i.Filter multi expose, digunakan dalam pemotretan multi expose
j.Filter gradasi, memberi efek gradasi warna

2. Tripod (kaki tiga)

-Sebagai penyangga kamera saat pemotretan, agar kamera tidak mengalami guncangan/shaking
-Biasanya digunakan pada pemotretan dengan speed rendah/lambat dan untuk menopang lensa-lensa panjang

3. Kabel Release

-Untuk menghindari goncangan shutter ditekan, karena saat memakai alat ini kita tidak perlu menekan shutter secara langsung
-Biasanya dipasang pada soket kabel release
-Biasanya ini soulmate nya tripod agar penggunaan tripod lebih greget

4. Monopod (satu kaki)

-Fungsinya sama dengan tripod, tetapi lebih praktis

5. Background (kain atau latar belakang)

-Untuk pemotretan studio dengan berbagai macam gambar, pola dan warna

6. Stand Background

-Alat penyangga background, dan dalam penggunaannya paling tidak ada 2 stand
-Alat ini bisa dinaik – turunkan sesuai kebutuhan

7. Tudung lensa

-Untuk menghilangkan cahaya/sinar yang tidak diinginkan masuk kedalam lensa


SUMBER: