Rabu, 24 Agustus 2016

Format Video Berdasarkan Kualitasnya

Format video berdasarkan kualitasnya dibedakan menjadi:

1. Bluray/HD
Bluray/HD : Resolusi jauh lebih besar yaitu 1920x1080 atau 1280x720 (tergantung filenya). Konsekuensinya, file jadi besar dan memutarnya juga berat, sehingga diperlukan spesifikasi komputer yang tinggi juga. kalau tidak nanti jadi patah-patah. Kualitas ini jauh lebih baik dari DVDRip.

2. m-HD
m-HD (mini/micro HD): hampir sama dengan HD, tetapi dengan resolusi yang lebih kecil yaitu 1280x5xx, sehingga ukuran file pun juga lebih kecil dibandingkan HD.

3. DVDRip
DVDRip : yaitu merupakan salinan dari DVD Original. Kualitas gambar dan suaranya baik sekali. DVDRip akan ada jika DVD Originalnya telah ada di pasaran. Bisa mendukung maksimal 720x480 atau 720x576. Nah biasanya ini yang banyak didownload.

4. DVDScr
DVDScr : yaitu merupakan dupiklat dari promo DVD yang akan digunakan sebagai promosi. DVDScr akan ada sebelum DVD originalnya keluar di pasaran. Kualitas gambar dan suaranya hampir setara dengan DVDRip, hanya saja pada gambar video sering terdapat beberapa tulisan penjelasan yang terpampang di layar tentang DVD tersebut yang biasanya sedikit menggangu kita.

5. R5
R5 : untuk tipe ini, kualitas gambar hampir setara dengan DVDRip, tetapi untuk kualitas suara biasanya agak jelek (cempreng) , meskipun ada beberapa yang kualitas suaranya sudah bagus, namun tetap saja masih ada sedikit noise sehingga mengurangi kenyamanan dalam menonton film tersebut.
-dirilis khusus untuk region 5 (area bekas uni soviet, india, afrika, korea utara, Mongolia)

6. CAM
CAM : kualitas jenis ini merupakan hasil dari rekaman camera digital, langsung di bioskop sehingga kadang penonton yang lalu lalang ikut terekam. Rekaman kualitas ini biasanya menggunakan mini tripod, sehingga sering terdapat sedikit goncangan. Kualitas video ini sangat jelek. tapi memang sengaja seperti itu agar kesan realnya lebih terasa

7. TS (Telesync)
TS (Telesync) : kualitasnya hampir sama dengan jenis CAM. Namun kualitas gambar dan suara TS sedikit lebih baik dari CAM karena TS merupakan CAM yang telah dilabel ulang.

8. Workprint
Workprint : film yang belum diedit efek visualnya secara keseluruhan. Bisanya terdapat adegan yang hilang, suara yang tidak beraturan. Kualitas film ini bervariasi dari yang paling baik hingga yang paling buruk

9. VCD
VCD : biasanya digunakan untuk transfer kualitas rendah (CAM/TS/TC/Screener (VHS)/TVrip(analog) untuk membuat ukuran file yang lebih kecil.

Kontrol Dasar Kamera Video

Ada enam kontrol dasar pada kamera video yaitu

1. Exposure : pencahayaan kamera untuk mendapatkan gambar yang normal, tidak gelap (under exposure) dan tidak sangat terang (over exposure).
2. Filter Colore : berfungsi untuk mengubah atau mencocokkan cahya yang masuk ke dalam kamera.
3. White Balance : intensitas cahaya berbeda-berbeda pada saat yang berbeda tempat berbeda dalam sehari.
4. Zoom : gerakkan lensa zoom mendekati ataumenjauhi objek secara optik, dengan mengubah panjang fokal lensa dari sudut pandang sempit (telephoto) kesudut lebar (wide angel).
5. Focus : pengaturan lensa yang tepat untuk jarak tertentu.
6. Audio Level : pengaturan suara.

Sumber:
http://ichanvqrii.blogspot.co.id/

Alat Bantu Kamera Video


  1. Tripod berfungsi untuk menopang kamera, sehingga pada saat pengambilan video kamera tidak goyang,  berdiri dengan tegak dan tegar. Besar dan bahan tripod yang digunakan sebaiknya sesuai dengan berat dari kamera, tripod yang baik dapat diputar dengan halus tanpa menimbulkan hentakan.
  2. Dolly Track berfungsi untuk membantu kamera bergerak pada jalur track atau roda yang telah dibuat tracknya biasanya berupa lingkaran, kiri-kanan, atau maju mundur sesuai kebutuhan. Kameramen berada diatas dolly track. Dolly track digerakan secara motor atau manual.
  3. Jimmy Jib berfungsi untuk mengambil gambar yang tidak mungkin kameramen berada diposisi itu. Kameramen mengendalikan kamera pada pegangan Jimmy Jib. Jika menggunakan Jimmy Jib maka cameramen membutuhkan TV High Resolusi untuk melihat video apa yang direkam dan LCD kamera.




Sumber:
http://www.bupeko.com/
http://www.google.com/

Jenis jenis Kamera Video

Sistem kamera digital terbagi atas 3 (tiga) sistem, sistem tersebut terbagi menurut sistem televisi di dunia yaitu 

  1. NTSC (National Television System Committee) : sistem televisi analog yang digunakan di Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Korea dan Meksiko. NTSC membagi 25 baris per frame dan sebanyak 30 frame dalam satu detiknya atau 29,97 frame perdetik (fps).
  2. PAL adalah singkatan dari “Phose Alternating Line” digunakan untuk garis alternasi fase. PAL terdiri dari 625 baris dan ditayangkan sebanyak 25 frame dalam setiap satu detik (fps). Digunakan di Perancis, Asia Tengah dan beberapa negara di Afrika.
  3. SÉCAM (Séquentiel couleur à mémoire) adalah sistem televisi analog yang pertama kali digunakan di Perancis. SECAM merupakan sistem pemancaran pertama kali dalam sejarah pertelevisian Eropa. Digunakan di sebagian Asia termasuk Indonesia, Australia, Cina, Amerika Serikat, dan sebagian Eropa

Sumber:

http://ict-smancol.blogspot.co.id/

Sabtu, 09 April 2016

KFD : TATA CAHAYA

1. Pengertian Tata Cahaya

    Tata cahaya adalah seni pengaturan cahaya dengan mempergunakan peralatan pencahayaan agar kamera mampu melihat obyek dengan jelas, dan menciptakan ilusi sehingga penonton mendapatkan kesan adanya jarak, ruang, waktu dan suasana dari suatu kejadian yang dipertunjukkan dalam suatu pementasan.

2. Prinsip Dasar Tata Cahaya
  • Key Light
          Pencahayaan utama yang diarahkan pada objek. Merupakan sumber pencahayaan paling dominan. Lebih terang dari fill light.
  • Fill Light
          Pencahayaan pengisi, untuk menghilangkan bayangan objek yang disebabkan oleh key light. Intensitas pencahayaan fill light biasanya setengah dari key light
  • Back Light
          Pencahayaan dari arah belakang objek, untuk memberikan dimensi agar subjek tidak "menyatu" dengan latar belakang.

3. Fungsi Tata Cahaya

    Fungsi pokok :
  • Penerangan, fungsi paling mendasar dari tata cahaya
  • Dimensi, membantu perspektif tata panggung dengan membagi sisi gelap dan terang objek yang disinari
  • Pemilihan, dimanfaatkan untuk menentukan objek yang hendak disinari untuk memberikan fokus perhatian pada area tertentu
  • Atmosfir, untuk menghadirkan suasana yang mempengaruhi emosi penonton
      Fungsi Pendukung :
  • Gerak,untuk membawa penonton ke dalam suasana yang berbeda melalui perubahan/perpindahan cahaya
  • Gaya, untuk menunjukkan gaya pementasan yang sedang ditampilkan
  • Komposisi, untuk menciptakan lukisan panggung melalui tatanan warna yang dihasilkan
  • Penekanan, untuk menarik perhatian penonton sehingga membantu pesan yang hendak disampaikan
  • Pemberian tanda, untuk memberi tanda selama pertunjukkan berlangsung, seperti mengakhiri sebuah adegan, memulai adegan, dan akhir dari cerita.
4. Peralatan Tata Cahaya

    Selengkapnya klik disini

5. Warna Cahaya
   
     Warna cahaya adalah spektrum warna yang melekat bersama gelombang cahaya sehingga memantulkan warna tertentu pada objek yang terkena cahaya tersebut, pada pagi dan sore hari pantulan cahaya matahari pada objek akan meninggalkan warna kemerahan ketika tertangkap oleh kamera sedangkan pada siang hari, cahaya matahari yang terpantul pada objek akan meninggalkan warna abu-abu.

Sumber:
- http://febrianyfaridha.blogspot.co.id/
- http://somanmujahid1.blogspot.co.id/
- http://nurfajargiovina.blogspot.co.id/

KFD : ALAT BANTU PENCAHAYAAN

Alat Bantu Pencahayaan / Peralatan Tata Cahaya

1. Flash atau Blitz
        - Diperlukan dalam pemotretan apabila cahaya yang ada dirasa kurang/ minim (malam hari), penggunaan pada siang hari untuk fill in
        - Sumber tenaganya berasal dari baterai
        - Dapat digunakan sesuai dengan kekuatannya, jaraknya, hingga fasilitas lebih yang dimilikinya
2. Strobo atau Strobe
        - Hampir mirip dengan flash, tapi bentuknya dan cahaya yang dihasilkan lebih besar
        - Dapat menyimpan cahaya yang bersumber dari tenaga listrik AC atau baterai kering
        - Memiliki sensor untuk menangkap cahaya dari main light, jadi akan menyala otomatis ketika ada main light yang dinyalakan
        - Lebih banyak digunakan untuk pemotretab studio/indoor
3. AC Slave
        - Cara kerja dan penggunaannya hamper mirip strobe
        - Tetapi sifat arah cahaya dari AC Slave lebih melebar atau menyebar ke segala arah
4. Slave unit (alat sensor)
        - Cara kerjanya, dengan menangkap cahaya dari main light untuk kemudian menyalakan sumber cahaya lainnya yang terhubung dengan slave unit tersebut
5. Holder atau braket
        - Digunakan jika kita merasa perlu menggunakan flash tambahan
        - Sebagai penyangga flash tambahan dan slave unit
        - Penggunaannya dengan cara dipasang pada body kamera
6. Modeling lamp
        - Menghasilkan cahaya yang membantu untuk menentukan, melihat arah jatuhnya bayangan obyek
        - Biasanya hanya ada di lampu studio
        - Menyala sebelum lampu digunakan/di trigger.
7. Sincro cable/kabel sinkro
        - Untuk membantu menyalakan flash tambahan atau sumber cahaya pemotretan yang lain
        - Cara penggunaan dengan cara menghubungkannya dari sumber cahaya tambahan ke body kamera
8. Standar reflector
        - Mengarahkan sinar ke obyek
        - Cahaya yang dihasilkan sangat kuat dengan sudut pancaran yang terbatas
9. Payung pemantul
        - Melunakkan cahaya yang datang ke obyek agar lebih merata, karena biasanya sinar yang datang ke obyek terlalu kuat dan menghasilkan bayangan pekat
        - Sifat cahaya yang dihasilkan kontras masih tinggi
        - Kuat sinar berkurang 1-2 stop, sudut pancar cahaya luas
10. Payung transparan
        - Fungsi sama dengan payung pemantul, tetapi cahaya yang dihasilkan lebih lunak, merata, dan lembut
        - Kuat sinar turun 2-3 stop
11. Softbox
        - Untuk melunakkan cahaya, meratakan, dan menghilangkan bayangan
        - Kuat sinar berkurang 3-4 stop, pancaran cahaya luas
12. Barndoors
        - Berbentuk segi empat dan berwarna gelap
        - Dipasang pada softbox
        - Untuk mengarahkan cahaya yang keluar dari sumber cahaya, dan juga untuk menghilangkan efek flare/fog saat lampu berhadapan dengan kamera
13. Honeycomb (sarang lebah)
        - Sejenis dengan filter, bentuknya bundar seperti sarang lebah tapi dipasang pada lampu/sumber cahaya
        - Untuk menghaluskan cahaya yang jatuh ke arah obyek
14. Snoot
        - Untuk mengarahkan cahaya pada satu titik agar tidak menyebar/terpusat
        - Bentuknya menyerupai corong
        - Biasanya digunakan untuk hairlight
        - Kuat sinar turun 5-6 stop
        - Cocok untuk memunculkan karakter obyek
        - Lebih banyak digunakan pada pemotretan studio/indoor, juga untuk pemotretan double dan multi expose
15. Light stand
        - Untuk menyangga lampu studio
16. Flash meter
        - Sebagai pengukur kekuatan sumber cahaya (indoor / outdoor)
        - lebih akurat daripada light meter yang ada pada kamera
17. Infrared sender
        - Mengirimkan sinar infrared untuk memancing nyala flash atau lampu studio
18. Trigger
        - Menyalakan flash/lampu studio dengan gelombang elektro


SUMBER:

- http://rhamadani97.blogspot.co.id
- http://fotografiyuda.wordpress.com